Tampilkan postingan dengan label # Motor Balap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label # Motor Balap. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Mei 2009

Di Luar Sentul Hadiah Gede



1697balap-skubek-dvd.jpgLubernya peserta seri pertama Pertamax Plus BRT Indotire Matic Race & Party tolok ukur road race skubek. Sedianya, semua seri dipentas di Sentul Kecil berubah dan akan dihajat di beberapa kota.

Pertimbangannya, jumlah pembalap luber memungkinkan dijadikan ajang promosi lebih luas. “Sentul Kecil susah dijangkau konsumen potensial,” lantang Tomy Huang dari BRT yang otak bisnisnya selalu jalan.



Menurut Tomy, supaya mampu menarik sponsor wajib digelar di beberapa kota. “Bahkan tempatnya di tengah kota,” dukung Asep Hendro, juragan AHRS yang ikut mensuport dengan hadiah gede.

Dukungan Asep juga secara materi. Untuk memancing jumlah pembalap, mulai seri 2 AHRS menyumbang 2 motor untuk hadiah. “Dua unit Suzuki Spin 125 yang dimodif gaya AHRS,” cuap Asep bersemangat.

Hadiah itu untuk juara 1 kelas 125 cc pemula dan 125 cc open. “Di akhir seri berdasarkan jumlah poin terbanyak akan diganjar lagi 2 unit Spin 125,” dukung Chris Tomas, bos JMS (Junior Motor Sport), Cibinong.

AHRS dan JMS bahu-membahu mendukung balap skubek. Keduanya mengincar berpromosi di 125 cc, lantaran belum punya regulasi Pengda IMI Jawa Barat. Asep ingin mendongkrak image AHRS terutama knalpot. Makanya setiap motor yang digeber di kelas 125 cc wajib menggunakan pipa buang AHRS.

Berdasarkan kesepakatan. “Kota kedua untuk seri selanjutnya balap skubek adalah Bandung. Kota ini banyak komunitas skubeknya,” dukung Fredy ‘Ojo’ Rostiawan dari komunitas skubek Vertex Bandung.

Di Bandung, upaya mendekatkan balap dengan kemunitas skubek dipastikan berhasil. “Apalagi Jawa Barat provinsi yang punya market share skubek paling banyak. Mencapai 50% dari total penjualan motor di 2008,” jelas Alexander Lunardi, bos Honda Bintang Niaga Jaya.

Lunardi bukan bicara tanpa fakta. Dia punya 6 dealer di 6 kota di Indonesia. Tiga dealer di antaranya di Jawa Barat. Omongannya bisa dipegang. Jadi, promosi skubek di Jawa Barat wajib dilakukan. Apalagi untuk pabrikan Honda yang masih memegang market leader di provinsi yang wakil gubernurnya dipegang Dede Yusuf ini.

Penulis/Foto : Aong/Herry Axl



Monggo dibaca yang lengkap......

Mencari Yang Kuat dan Tahan Lama



Dua seri IndoPrix (IP) 2009 di Sentul jadi medan penyiksa. Pembalap dan mekanik harus berstrategi, hingga bebek bisa finish. Regulasi baru memaksa pembalap berkeliling 12 putaran. Apalagi Minggu (10/5) lalu, suhu 380 Celcius makin menyiksa. Mekanik dipaksa mencari seting paling aman alias rada-rada basah. Menyiasati power seimbang dengan ketahanan mesin.

Udah jadi rumus dasar, Sentul butuh motor bertenaga besar untuk menang. Pun perlu ketahanan agar tuntas melahap 12 putaran. “Sulit jika harus mengalahkan power, agar mesin tahan. Ssementara, tenaga perlu untuk bisa menang,” aku Sri ‘Gandhoel’ Hartanto, mekanik tim Yamaha Evalube FDR Rextor GRM yang menukangi Jupiter tunggangan Irwan Ardiansyah.2111indoprix-gandul-eka.jpg

Rasio kompresi tinggi jadi satu faktor korekan menambah power. Tetapi, bermain di Sentul, rasio kompresi berhadapan dengan durabilitas mesin. “Tenaga bisa dapat pada kompresi 13,5:1. Tapi enggak kuat. Jebol deh,” kata Edwin alias Akiang, mekanik Honda Banten Federal Oil yang meratapi mesin Supra X 125 besutan Mariasan Kocek, pecah setelah 10 lap.

Bermain kompresi di atas 13 ,5 : 1 di Sentul memang riskan. “Faktornya bukan mencari bahan bakar yang tepat. Tapi juga ketahanan part. Biar bagaimanapun kita pakai motor yang bukan didesain untuk balap murni,” kata Hasyim Sonedi, mekanik Suzuki IRS U Mild AHRS.

Makanya Hasyim cuma mematok 12,8 : 1. Itupun, dengan bahan bakar Elf oktan 104. “Kita juga lakukan Cryogenic pada kruk-as pada suhu minus 190 derajat agar lebih kuat,” tambah Hasyim dengan bahasa teknik yang rada ruwet.

Sebenarnya ada cara lain. Yaitu, mengolah porting intake, exhaust dan kem. Kombinasi ini diolah untuk mencapai efisiensi volumetrik (EV) maksimal. “Dengan cara ini, kompresi memang tak perlu terlalu tinggi. Yang penting bahan bakar yang disuplai cukup,” kata Tommy Huang, tukang riset BRT.

2112indoprix-hadi-wijaya-dvd.jpgSolusi Tommy lewat formula EV amat masuk akal. Hasilnya, Supra X 125 geberan Rey Ratukore tahan 12 lap. Ditambah komponen rocker-arm Supra yang dilengkapi roller, bikin kerja mesin lebih ringan. Toh itu cuma bisa didapat jika didukung alat penghitung yang canggih dan itungan cermat. Buat yang tak punya dan tak cermat, silakan meratap.

Namun bukan berarti mesin bebas dari siksaan. Sebab, meski kompresi rendah, power tinggi yang dihasilkan tetap akan memaksa part kerja lebih keras. “Ujungnya ya menuntut metalurgi harus kuat,” kata Benny Djatiutomo, boss Yamaha Petronas FDR Star Motor.

Dilihat dari rata-rata tim yang main di Sentul kemarin, gerungan rpm mampu melejit sampai 13.000 rpm. “Smash bisa sampai 13.400 rpm. Bisa dibayangkan, bagaimana tersiksanya part jeroan mesin,” tambah Hasyim.

Itu dirasakan Hadi Wijaya, joki tim Kawasaki Elf IRC NHK M-Tech yang geber Kawasaki Athlete 125. Setiap berada di rombongan besar, doi kudu ngangkat badan dari posisi merunduk. “Saya pun harus ngendurin gas. Kalo ikut angin putaran mesin jadi ringan. Tanpa disadari bisa tembus 13.500. Kalau dipaksa bisa jebol,” urai Hadi yang mengalami naas di motornya.

Makanya tak aneh jika pembalap lebih senang berada di tengah rombongan ketimbang di depan. Selain menyimpan tenaga motor, juga menghemat daya tahan mesin. Ujungnya, tetap yang kuat dan tahan lama yang menang.

HASIL LOMBA

IP 110
Race 1
1. Hadi Wijaya (7) Kalbar Kawasaki Elf IRC NHK Manual Tech Blitz 24:30,934
2. Denny Triyugo (96) Jatim Yamaha Petronas FDR Star Motor Jupiter 24:30,945
3. Florianus Roy (92) DIY Yamaha TDR Indoparts FDR Yonk Jaya Jupiter 24:31,103
4. Irwan Ardiansyah (76) DIY Yamaha Evalube FDR Rextor GRM Jupiter 24:31,173
5. Achmad Kohar () Jabar Suzuki Top 1 BRT SHC FDR Chia Felix Smash 24:31,449

Race 2
1. Hokky Krisdianto (57) DIY Yamaha Petronas FDR Star Motor Jupiter 24:32,811
2. Wahyu Widodo (16) Jabar Suzuki IRC U Mild AHRS Smash 24:32,923
3. Dedy Permadi (45) DIY Kephoth Federal Indoparts KBC Jupiter 24:32,969
4. Florianus Roy (92) DIY Yamaha TDR Indoparts FDR Yonk Jaya Jupiter 24:33,075
5. Denny Triyugo (96) Jatim Yamaha Petronas FDR Star Motor Jupiter 24:33,076

Total Poin IP 110
1. Denny Triyugo (96) Jatim Yamaha Petronas FDR Star Motor 31
2. Hadi Wijaya (7) Kalbar Kawasaki Elf IRC NHK Manual Tech 31
3. Wahyu Widodo (16) Jabar Suzuki IRC U Mild AHRS 30
4. Florianus Roy (96) DIY Yamaha TDR Indoparts FDR Yonk Jaya 29
5. Hokky Krisdianto (57) DIY Yamaha Petronas FDR Star Motor 28

IP 125
Race 1
1. Dellu Agung (99) DKI Stebo Racing INK Supra125 24:03,867
2. Wahyu Widodo (16) Jabar Suzuki IRC Umild AHRS Shogun 24:03,867
3. H. Yudhistira (33) Kalsel HRVT BGM HBM IRC Jupiter 24:03,874
4. Hokky Krisdianto (57) DIY Yamaha Petronas FDR Star Motor Jupiter 24:03,926
5. Rey Ratukore (22) DKI BRT Indopart KBC Supra125 24:04,137

Race 2
1. Rey Ratukore (22) DKI BRT Indopart KBC Supra125 23:56,990
2. Hadi Wijaya (7) Kalbar Kawasaki Elf IRC NHK Manual Tech Athlete 23:57,010
3. Dedy Permadi (45) DIY Kephoth Federal Indopart KBC Jupiter 23:57,240
4. Hokky Krisdianto (57) DIY Yamaha Petronas FDR Star Motor Jupiter 23:57,404
5. Dellu Agung (99) DKI Stebo Racing INK Supra125 23:58,341

Total Poin IP 125
1. Rey Ratukore (22) DKI BRT Indoparts KBC 36
2. Dellu Agung (99) DKI Stebo Racing INK 36
3. Hokky Krisdianto (57) DIY Yamaha Petronas FDR Star Motor 26
4. H. Yudhistira (33) Kalsel HRVT BGM HBM IRC 24
5. Hadi Wijaya (7) Kalbar Kawasaki Elf IRC NHK Manual Tech 20

Penulis/Foto : Chuenk, Aries/M. David


Monggo dibaca yang lengkap......

Gawean 3 Hari


Ceritanya kayak Bandung Bondowoso ngebangun candi Prambanan dalam semalam. Bedanya Haryadi dari PT Astra Honda Motor (AHM) 3 hari 2 malam bikin 30 Blade versi ba-lap. Semuanya dilombakan di kelas Blade Standar Pemula untuk OMR Honda.
Prinsipnya sih Blade versi racing harian ini nggak banyak perubahan. Soalnya, proyek ini untuk promosi ke penonton kalau Blade racing harian bisa ngaspal di pasar senggol. “Posisi dan bentuk setang masih standar. Tapi, pembalap pemula yang pakai bilang nggak masalah,” jelas Haryadi yang berkantor di Tipar Cakung, Jakarta Utara.





Karena dikejar menjelang seri I di Kemayoran, kopling aja masih sentrifugal. Ubahan lain lagi dikembangkan. Tapi, putaran kedua OMR Honda di Bandung sudah disiapkan kopling manual. “Kita coba pakai bak kopling asli,” ulas Haryadi.

Setingan karburator pun masih standar. Padahal, knalpot sudah pakai versi kompetisi. “Di Kemayoran paling cuma nyetel angin. Tapi, di Bandung kita coba kombinasi spuyer baru,” cocor Haryadi.

Knalpot pun masih tahap awal. KareSna informasi AHM dari PT Yutaka Manufacturing Indonesia (YMI) selaku suplier knalpot, kurang jelas. Pipa gas buang untuk Blade tidak menghasilkan tenaga yang merata.

“Perubahan hanya pada tekukan di leher dan sekat di dalam knalpot. Ini masih tahap awal,” sergap Romi Mario Prihantono, Enginering Division YMI.



Agak lain suspensi depan belakang yang disupport Showa. Ini jelas bikin Blade enggak masalah rebah di tikungan. Kelihatan waktu di lintasan Kemayoran, terutama kelokan parabolik.

Dengar kabar sih suspensi depan-belakang dirancang khusus untuk kompetisi. Wah, kalau dijual soknya sebagai variasi resmi dari AHM boleh juga. Dipastikan laku. Itu masukan dari Em-Plus lho.


DARI DATA STANDAR

Ini jadi kunci buat Blade semikompetisi versi AHM. Jurus penentunya di CDI. Sayangnya, CDI Rextor yang diriset dan dibikin pun butuh waktu lagi karena hanya untuk Blade standar, tanpa ada data ganti knalpot. Itu masih versi seri awal OMR Honda.

Rencananya Blade dari AHM yang sudah pakai knalpot baru dan kopling manual akan diberikan produsen Rextor untuk diriset sebelum putaran II di Bandung. “Pakai yang versi ini aja rpm motor cepat naik. Saya minta ubah supaya Blade bisa lebih kencang,” kata Haryadi.

Putaran mesin saat digunakan di seri pembuka Kemayoran beberapa waktu lalu, motor nggak cepat keluar dari tikungan. Wuuu......

Penulis/Foto : Niko/GT

Monggo dibaca yang lengkap......
Template by : kendhin x-template.blogspot.com